Nama
: Wini Udiyati Utami
Kelas : 11 IPS B
Tugas :
Deskripsi Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik dari film
“Di Bawah Lindungan Ka’bah”
DI BAWAH LINDUNGAN KA'BAH
UNSUR INSTRINSIK
1. Tema :
Tema yang diangkat dalam film ini tema penderitaan dua orang
manusia yang kehilangan cintanya. Namun, dapat juga kita lihat kesetiaan akan
cinta dalam novel ini.
2. Latar :
Latar
dalam Novel ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu :
ü Latar
Waktu
Latar waktu yang ada di dalam novel ini adalah sekitar tahun
1927.
ü Latar
Suasana
Dalam film “Di Bawah Lindungan Ka’bah” ini, lebih banyak
menggambarkan suasana duka. Yaitu, kedukaan Ibu Hamid yang memikirkan nasib
anaknya, Hamid di kemudian hari. Kesedihan ketika Hamid tau bahwa ia dan Zainab
tidak akan bisa bermain-main lagi setelah tamat sekolah dan begitu sebaliknya.
Kedukaan ketika Haji Ja’far wafat dan disusul oleh ibunda Hamid. Juga kedukaan
dan kesedihan ketika Hamid tau bahwa Zainab akan dinikahkan dengan kemenakkan
Haji Ja’far dan penderitaan Zainab yang selalu memikirkan Hamid yang telah
pergi bertahun-tahun tanpa kabar berita.
Latar suasana kegembiraan juga digambarkan ketika Ibu hamid
mendengar bahwa Hamid akan di sekolahkan oleh haji Ja’far.
Selain itu, ada juga suasana Haru, takjub, kehilangan, dan keputus
asaan.
ü Latar
tempat
Latar tempat pada film ini lebih banyak mengambil latar di
tanah suci, yaitu di desa dan sebagian di Makkah . ada juga latar tempat di
tanah Air seperti, padang, padang panjang, jambi, pesisir Arau dan medan
3. Alur :
Alur
film Di Bawah Lindungan Ka’bah yaitu :
Alur cerita yang digunakan adalah alur campuran yaitu maju
dan mundur. Kerema dalam menceritakan kejadian-kejadian atau
peristiwa-peristiwa yang sudah terjadi dan berlanjut kembali ke masa depan.
4. Penokohan dan Watak :
Penokohan
dan Watak dalam Novel Di Bawah Lindungan Ka’bah yaitu :
Ada Beberapa tokoh penting dalam novel berjudul “Di Bawah
Lindungan Ka’bah ini, yaitu:
a.
Hamid
Tokoh yang mendominasi cerita ini. Berbudi pekerti luhur,
sopan, pintar, rendah hati dan sederhana.
b.
Ibu Hamid
Wanita
yang gigih berjuang membesarkan anaknya walau hanya sendirian. Baik hati dan
penuh kasih saying. Sangat menyayangi Hamid hingga akhir hayatnya.
c.
Zainab
Anak
perempuan Haji Ja’far dan Mak Asiah. Berteman dnegan Hamid sejak kecil. Selalu
bersama-sama hingga tamat sekolah. Zainab baik hatinya, sopan, ramah dan sangat
perasa.
d.
Haji Ja’far
Saudagar
kaya baik hati yang membantu kehidupan Hamid dan ibunya. Haji Ja’far sangat
dermawan dan baik hati.
e.
Rosna
Istri
Saleh dan juga teman baik Zainab
f.
Saleh
Teman
semasih sekolah hamid. Suami Rosnah.
5. Amanat :
Amanat
dari film Di Bawah Lindungan Ka’bah yaitu :
Dalam film ialah menyampaikan bahwa segala masalah dapat
diatasi dengan berserah diri atau kembali pada-Nya. Karena di bawah
lindungan-Nya, masalah apapun dapat diatasi dengan mudah.
Juga menyampaikan bahwa cinta yang tulus itu adalah sesuatu
yang abadi dan suci. Perasaan cinta adalah anugerah dari ALLAH yang sangat
adil, karena tidak membeda-bedakan keadaan manusia.
6. Sudut Pandang :
Dalam film Di Bawah Lindungan Ka’bah ini menggunakan sudut pandang orang pertama.karena
menjadi sorotan utama juga pelaku utama yaitu Hamid.
7. Gaya Bahasa :
Gaya Bahasa yang digunakan dalam Novel ini adalah Gaya
Bahasa zaman dulu. Yaitu belum berpedoman pada EYD. Banyak kata-kata kiasan
atau perumpamaan yang digunakan dan bahasanya sangat sopan.
UNSUR EKSTRINSIK
A) NILAI PENDIDIKAN
Banyak sekolah agama
yang mudah di masuki dan semua hal kegiatan berlandskan pada agama.
B) NILAI AGAMA
Kejadian-kejadian yang terjadi
banyak mengandung nilai agamis seperti ibu Hamid yang sering membaca ayat-ayat
suci al-qur’an dan Hamid yang mengajar anak” mengaji di pondok.
C) NILAI MORAL
Hamid yang selalu sabar dan tawakal
menghadapi cobaan hidup . dan ibunya selalu berpesan padanya bahwa ia tidak
sendiri , ibu Hamid pun mengtakan “Allah selalu bersamamu Hamid..’’ . Nilai
moralpun ada ketika Hamid dihukum meninggalkan kampung ia bertanggungjawab pada hukumannya .
D) NILAI SOSIAL
“...kemiskinan telah menjadikan emak
putus harapan memandang kehidupan dan pergaulan dunia ini, karena tali tempat
bergantung sudah putus dan tanah tempat berpijak sudah terban...’’ emak Hamid
mengatakan itu tetapi kemiskinan tidak menjadikan akhir untuk Hamid menuntut
ilmu, ibnu jafar bapak jaenab yang membantu proses sekolah Hamid sampai lulus . terlihat bahwa nilai sosial terjadi
dari saling tolong menlong.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan berikan komentar tentang tampilan Blog ini