Jumat, 13 Maret 2015

CONTOH UNSUR INTRISIK DAN EKSTRISIK


Nama          : Wini Udiyati Utami
Kelas           : 11 IPS B
Tugas           : Deskripsi Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik dari film
                      “Di Bawah Lindungan Ka’bah”

DI BAWAH LINDUNGAN KA'BAH




   
  UNSUR INSTRINSIK

1.      Tema :
Tema yang diangkat dalam film ini tema penderitaan dua orang manusia yang kehilangan cintanya. Namun, dapat juga kita lihat kesetiaan akan cinta dalam novel ini.
2.      Latar :
Latar dalam Novel ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu :
ü  Latar Waktu
Latar waktu yang ada di dalam novel ini adalah sekitar tahun 1927.
ü  Latar Suasana
Dalam film “Di Bawah Lindungan Ka’bah” ini, lebih banyak menggambarkan suasana duka. Yaitu, kedukaan Ibu Hamid yang memikirkan nasib anaknya, Hamid di kemudian hari. Kesedihan ketika Hamid tau bahwa ia dan Zainab tidak akan bisa bermain-main lagi setelah tamat sekolah dan begitu sebaliknya. Kedukaan ketika Haji Ja’far wafat dan disusul oleh ibunda Hamid. Juga kedukaan dan kesedihan ketika Hamid tau bahwa Zainab akan dinikahkan dengan kemenakkan Haji Ja’far dan penderitaan Zainab yang selalu memikirkan Hamid yang telah pergi bertahun-tahun tanpa kabar berita.
Latar suasana kegembiraan juga digambarkan ketika Ibu hamid mendengar bahwa Hamid akan di sekolahkan oleh haji Ja’far.
Selain itu, ada juga suasana Haru, takjub, kehilangan, dan keputus asaan.
ü  Latar tempat
Latar tempat pada film ini lebih banyak mengambil latar di tanah suci, yaitu di desa dan sebagian di Makkah . ada juga latar tempat di tanah Air seperti, padang, padang panjang, jambi, pesisir Arau dan medan
3.      Alur :
Alur film Di Bawah Lindungan Ka’bah yaitu :
Alur cerita yang digunakan adalah alur campuran yaitu maju dan mundur. Kerema dalam menceritakan kejadian-kejadian atau peristiwa-peristiwa yang sudah terjadi dan berlanjut kembali ke masa depan.
4.      Penokohan dan Watak :
Penokohan dan Watak dalam Novel Di Bawah Lindungan Ka’bah yaitu :
Ada Beberapa tokoh penting dalam novel berjudul “Di Bawah Lindungan Ka’bah ini, yaitu:
a. Hamid
Tokoh yang mendominasi cerita ini. Berbudi pekerti luhur, sopan, pintar, rendah hati dan sederhana.
b. Ibu Hamid
Wanita yang gigih berjuang membesarkan anaknya walau hanya sendirian. Baik hati dan penuh kasih saying. Sangat menyayangi Hamid hingga akhir hayatnya.
c. Zainab
Anak perempuan Haji Ja’far dan Mak Asiah. Berteman dnegan Hamid sejak kecil. Selalu bersama-sama hingga tamat sekolah. Zainab baik hatinya, sopan, ramah dan sangat perasa.
d. Haji Ja’far
Saudagar kaya baik hati yang membantu kehidupan Hamid dan ibunya. Haji Ja’far sangat dermawan dan baik hati.
e. Rosna
Istri Saleh dan juga teman baik Zainab
f. Saleh
Teman semasih sekolah hamid. Suami Rosnah.
5.      Amanat :
Amanat dari film Di Bawah Lindungan Ka’bah yaitu :
Dalam film ialah menyampaikan bahwa segala masalah dapat diatasi dengan berserah diri atau kembali pada-Nya. Karena di bawah lindungan-Nya, masalah apapun dapat diatasi dengan mudah.
Juga menyampaikan bahwa cinta yang tulus itu adalah sesuatu yang abadi dan suci. Perasaan cinta adalah anugerah dari ALLAH yang sangat adil, karena tidak membeda-bedakan keadaan manusia.
6.      Sudut Pandang :
Dalam film Di Bawah Lindungan Ka’bah  ini menggunakan sudut pandang orang pertama.karena menjadi sorotan utama juga pelaku utama yaitu Hamid.
7.      Gaya Bahasa :
Gaya Bahasa yang digunakan dalam Novel ini adalah Gaya Bahasa zaman dulu. Yaitu belum berpedoman pada EYD. Banyak kata-kata kiasan atau perumpamaan yang digunakan dan bahasanya sangat sopan.

UNSUR EKSTRINSIK

A) NILAI PENDIDIKAN
Banyak sekolah agama yang mudah di masuki dan semua hal kegiatan berlandskan pada agama.

B) NILAI AGAMA
Kejadian-kejadian yang terjadi banyak mengandung nilai agamis seperti ibu Hamid yang sering membaca ayat-ayat suci al-qur’an dan Hamid yang mengajar anak” mengaji di pondok.

C) NILAI MORAL
Hamid yang selalu sabar dan tawakal menghadapi cobaan hidup . dan ibunya selalu berpesan padanya bahwa ia tidak sendiri , ibu Hamid pun mengtakan “Allah selalu bersamamu Hamid..’’ . Nilai moralpun ada ketika Hamid dihukum meninggalkan kampung  ia bertanggungjawab pada hukumannya .

D) NILAI SOSIAL
“...kemiskinan telah menjadikan emak putus harapan memandang kehidupan dan pergaulan dunia ini, karena tali tempat bergantung sudah putus dan tanah tempat berpijak sudah terban...’’ emak Hamid mengatakan itu tetapi kemiskinan tidak menjadikan akhir untuk Hamid menuntut ilmu, ibnu jafar bapak jaenab yang membantu proses sekolah Hamid sampai  lulus . terlihat bahwa nilai sosial terjadi dari saling tolong menlong.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berikan komentar tentang tampilan Blog ini